Red Electricity Lightning

Senin, 09 April 2018

Media Sosial



                                  
                                         sumber foto:https://blog.sukawu.com/karir-bidang-sosial-media-yang-kini-populer/



A. Sejarah Media Sosial

Sosial media yaitu suatu wadah atau tempat dimana dua orang atau lebih dapat melakukan komunikasi sesama user secara tidak langsung (virtual) dan dibutuhkan koneksi internet untuk dapat melakukan komunikasinya. Di dalam sosial media, user dapat berbagi informasi seperti kejadian, berbagi foto, menambah ilmu pengetahuan, dan maupun untuk mencari teman baru.

Awal perkembangan sosial media yaitu pada tahun 1978 yaitu penemuan sistem papan buletin, pengguna dapat mengunggah, atau mengunduh informasi, dan melakukan komunikasi dengan mengunakan surat elektronik yang koneksi internetnya terhubung pada saluran telepon modem. Sistem papan buletin ini diciptakan oleh Ward Christensen dan Randy Suess yang keduanya yaitu sesama pecinta dunia informasi atau komputer. Perkembangan sosial media pertama kali dilakukan melalui pengiriman surat elektronik pertama yaitu peneliti ARPA ( Advanced Research Project Agency) pada tahun 1971. Dilanjutkan pada tahun 1995 Kelahiran situs GeoCities, situs ini melayani Web Hosting, yaitu layanan untuk penyewaan penyimpanan data - data website supaya halaman website tersebut dapat di akses lewat mana saja, dan kemunculan GeoCities ini menjadi tonggak dari berdirinya website - website yang lain.

Pada tahun 1997 tumbuh situs jejaring sosial pertama yaitu Sixdegree.com walaupun pada tahun 1995 terdapat situs Classmates.com yang juga merupakan situs jejaring sosial tetapi Sixdegree.com di anggap lebih menawarkan sebuah situs jejaring sosial di banding Classmates.com. Pada tahun 1999 Muncul situs untuk membuat blog pribadi, yaitu Blogger. situs ini menawarkan penggunanya untuk bisa membuat halaman situsnya sendiri. sehingga pengguna dari Blogger ini bisa memuat hal tentang apapun. termasuk hal pribadi ataupun untuk mengkritisi pemerintah. sehingga bisa di katakan blogger ini menjadi tonggak berkembangnya sebuah Media sosial. Tahun 2002 Berdirinya Friendster, situs jejaring sosial yang pada saat itu menjadi terkenal, dan keberadaan sebuah media sosial menjadi sangat fenomenal.

Tahun 2003 yaitu tahun berdirinya LinkedIn, tak hanya digunakan untuk bersosial, LinkedIn juga memiliki fungsi untuk mencari pekerjaan, sehingga fungsi dari Media Sosial semakin berkembang. Tahun 2003 yaitu berdirinya MySpace, MySpace memberikan kemudahan pada saat menggunakannya,sehingga myspace dikatakan situs jejaring sosial yang user friendly. 2004 yaitu Lahirnya Facebook, situs jejaring sosial yang terkenal sampai saat ini, merupakan salah satu situs jejaring sosial yang memiliki anggota paling banyak. Tahun 2006 adalah lahirnya Twitter, situs jejaring sosial yang berbeda dengan jejaring sosial yang lainnya, disebabkan karena pengguna dari situs Twitter ini hanya dapat mengupdate status atau yang dinamakan Tweet ini yang hanya di batasi untuk 140 karakter. Tahun 2007 Lahirnya Wiser, situs jejaring sosyaituial pertama sekali diluncurkan yang bertepatan pada peringatan Hari Bumi (22 April) 2007. Situs ini diharapkan untuk bisa menjadi sebuah direktori online organisasi lingkungan di seluruh dunia termasuk pergerakan lingkungan baik dilakukan individu maupun dilakukan kelompok dan pada tahun 2011 Lahirnya Google+, google meluncurkan situs jejaring sosialnya yang bernama google+, namun pada saat awal peluncuran. google+ hanya sebatas untuk pada orang yang telah di invite oleh google. Setelah itu google+ di luncurkan secara umum.

Pesatnya perkembangan media sosial disebabkan karena semua orang dapat memiliki media sendiri. Jika untuk memiliki media tradisional seperti televisi, radio atau koran dibutuhkan modal yang besar dan tenaga kerja yang banyak, maka lain halnya dengan media. Seorang pengguna media sosial dapat untuk mengakses media sosial dengan menggunakan jaringan internet bahkan yang aksesnya lambat sekalipun, tanpa menggunakan biaya besar, tanpa alat mahal dan dilakukan sendiri tanpa karyawan. Pengguna media sosial dengan bebas dapat mengedit, menambahkan, memodifikasi baik tulisan, gambar, video, grafis, dan berbagai model konten lainnya.

Contoh dari media sosial yang umum dipakai pada era ini yaitu facebook, line, dan instagram :
Facebook yaitu sebuah layanan jejaring sosial yang diluncurkan pada bulan februari 2004, dan berkantor pusat di menlo park, california, amerika serikat. Pada september 2012, facebook memiliki lebih dari satu milliar pengguna aktif, lebih dan dari separuhnya menggunakan telepon genggam.
Line yaitu layanan jejaring sosial yang dikembangkan oleh perusahaan dari jepang yaitu NHN corporation. Line dirilis pada bulan juni 2011.

Instagram merupakan layanan jejaring sosial yang difungsi utamakan untuk berbagi foto, video, dan chat. Instagram didirikan oleh perusahaan Burbn,inc yang dirilis pada tahun 2010.
                                                     sumber foto:https://www.kompasiana.com/anakmudapunyausaha/

B. Perkembangan Media Sosial di Indonesia

Media sosial di Indonesia mulai pesat mengikuti perkembangan akses internet pada para pengguna di Inodnesia, terlebih lagi dengan perkembangan infrastruktur internet yang ada di Indonesia seperti misalnya akses wifi, jaringan fiber dan lain sebagainya.

Menurut Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pada tahun 2012, kurang lebih 63 juta masyarakat Indonesia terhubung dengan internet dan sebanyak 95 persen aktivitas yang mereka lakukan adalah adalah membuka media sosial. Bahkan Indonesia sampai diprediksi akan menjadi negara dengan pengguna sosial media paling aktif dan paling banyak. Salah satu alasan yang paling kuat mengapa hal tersebut bisa terjadi adalah karena perangkat-perangkat internet mobile semakin terjangkau harganya bagi masyarakat sehingga memungkinkan penetrasi jaringan pada user yang lebih luas.

Perkembangan gawai turut mendukung perkembangan akses media sosial di Indonesia. Telepon genggam pintar seperti Android, iOS, dan lain sebagainya, beserta beragam model IoT seperti phablet, tablet, dan lain sebagainya turut menyumbang pada semakin luasnya akses internet dan media sosial bagi masyarakat di Indonesia.

Saat ini media sosial tidak hanya digunakan sebagai platform komunikasi dan sosialisasi, tetapi juga digunakan untuk kepentingan politik, pemerintahan, dan lain sebagainya sebagaimana yang terjadi pada kasus pemilu presiden pada tahun 2014 yang sebagian besar kampanye sangat masif dilakukan melalui internet dan media sosial. Konstruksi realitas sosial terhadap suatu informasi atau peristiwa tertentu sangat mudah dilakukan dengan media sosial. Apabila kamu tertarik mendalaminya, kamu bisa mempelajari teori konstruksi sosial untuk membantu memahami realitas ini. Lihat juga teori konvergensi media, teori media komunikasi, atau teori persamaan media.

Orang-orang Indonesia semakin hari semakin aktif dalam dunia media sosial, dengan tingkat penetrasi yang mencapai puluhan juta orang, sehingga konten-konten apapun dapat viral dengan mudah seperti misalnya peristiwa-peristiwa unik sampai pada hal-hal kecil yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan akan viral.

Petisi-petisi online juga semakin marak yang menunjukkan bahwa pengguna media sosial tidak hanya menyadari fungsi media sosial untuk berinteraksi, tetapi juga untuk melakukan gerakan-gerakan atau mendukung gagasan-gagasan tertentu agar mereka dapat berkontribusi dalam mengatur perkembangan masyarakat yang ada di sekitarnya, seperti misalnya petisi penghentian siaran televisi yang tidak mendidik, pembubaran gerakan massa tertentu dan lain sebagainya.

Penggunaan media sosial juga semakin beragam. Tidak hanya aktivitas mencari teman, bersosialisasi, dan lain sebagainya, tetapi media sosial di Indonesia juga digunakan untuk melakukan promosi produk tertentu atau pada prinsipnya melakukan bisnis tertentu. Dengan demikian para pebisnis akan memiliki kemudahan dalam melakukan aktivitas distribusi sehingga biaya produksi akan semakin rendah. Tidak hanya berjualan, media sosial juga difungsikan untuk aktivitas politik sebagaimana telah disinggung sebelumnya.

Melihat besarnya potensi pengguna di Indonesia tersebut sampai membuat perusahaan media sosial mulai membuka cabang-cabang atau kantor resmi untuk memudahkan komunikasi dengan pemerintah ataupun dengan para penggunanya yang ada di Indonesia. Pembukaan kantor resmi ini tentu menguntungkan karena selain memudahkan pengguna media sosial tersebut untuk menyampaikan keluhannya, juga membuka peluang pekerjaan bagi orang-orang tertentu.

C. Dampak Media Sosial

Walaupun media sosial menawarkan kemudahan dalam berkomunikasi, bersosialisasi, dan lain sebagainya, akan tetapi bukan berarti media sosial sepenuhnya memberikan dampak positif pada masyarakat kita. Nyatanya terdapat dampak-dampak negatif yang cukup serius dan apabila tidak ditangani dengan baik dapat membuat masyarakat kita malah berkembang ke arah yang negatif dan tidak sesuai dengan harapan kita sebagai orang Indonesia.
Banyaknya waktu yang dihabiskan untuk media sosial

Salah satu dampak negatif media sosial yang mungkin paling terlihat adalah perkembangan sosial pada generasi muda yang cenderung terganggu. Maksudnya adalah, sebagian generasi muda terlalu banyak menghabiskan waktu di media sosial dan akhirnya malah tidak memiliki keahlian untuk bersosialisasi secara langsung di dunia nyata. Keberanian untuk menjalin hubungan dengan orang yang tidak dikenal, yang sama-sama berada di lift atau kereta misalnya semakin rendah. Akibatnya tentu saja hubungan sosial menjadi semakin lemah dan mereka semakin sulit untuk mendapatkan pertolongan.
Konten media sosial mudah memberi pengaruh negatif

Selain itu, semakin banyaknya pengguna media sosial yang berasal dari anak-anak nyatanya menyebabkan anak-anak sangat mudah untuk mengimitasi atau meniru konten-konten negatif yang beredar luas di media sosial. Mereka dapat dengan mudah masuk ke grup tertentu yang isinya berbagai umur sehingga bahasa yang digunakan pun beragam, bahkan bahasannya pun ada yang menjurus ke topik-topik dewasa yang semestinya tidak diketahui oleh mereka pada umur tersebut.

Oleh karena dampak-dampak itulah, para orang tua harus semakin hati-hati dalam mendidik anaknya, bahkan bila perlu disediakan waktu khusus untuk mengawasi perkembangan sang anak agar buah hati mereka dapat berkembang menjadi generasi penerus yang memiliki kemampuan yang cukup untuk mengembangkan dirinya dan mencapai tujuan hidup yang dia miliki sebagai salah satu anggota masyarakat Indonesia.


Sumber : https://widianaptr.blogspot.co.id/2017/10/sejarah-dan-perkembangan-sosial-media.html

Tidak ada komentar:

Posting Komentar